BREAKING

Minggu, 17 Mei 2015

Sunni Syiah Tetap Islam

Oleh: Zaenal Abidin Riam

     Dalam Islam, sunni dan syiah, merupakan dua mazhab terbesar, munculnya sunni dan syiah dalam dunia Islam, telah berumur sangat tua, akar sejarahnya bisa ditelusuri sejak awal wafatnya Rasulullah, secara umum perbedaan pokok antara sunni dan syiah, berada di seputar hak kepemimpinan setelah Rasulullah, bagi kalangan syiah, kepemimpina setelah Rasulullah merupakan hak ahlul bait (keturunan rasulullah) dengan  Ali abi thalib sebagai imam, sedangkan menurut kaum sunni, hak kepemimpinan setelah Rasulullah merupakan hak setiap muslim yang kompeten, tidak harus dari garis keturunan Nabi, dengan pendirian tersebut, sunni menerima dan meyakini Abu bakar assiddiq sebagai khalifah setelah Rasulullah, berangkat dari akar perbedaan ini, banyak pemikir dan ulama, yang meyakini bahwa munculnya sunni syiah, tak lepas dari urusan politik, pendapat ini memang ada benarnya, hanya saja yang perlu diperhatikan, perbedaan tersebut telah melebar hingga pada praktik fiqih dalam berbagai aspek keseharian, namun hal ini tidak menjadi masalah, perbedaan fiqih merupakan hal lumrah, berbeda secara fiqhiyah, tidak menyebabkan suatu kelompok keluar dari Islam, kita tetap satu agama, Islam.
     Sayangnya, dalam kehidupan umat, hadirnya sunni syiah, selalu dijadikan ladang perseteruan, api konflik selalu disulut berdasarkan mazhab, jargon kafir ramai disuarakan, seolah hanya mazhab tertentu yang akan selamat dunia akhirat, sedangkan yang lain tidak, karena mereka sesat, pertikaian mazhab ini, telah banyak menguras energi umat Islam, akibatnya umat Islam dalam skala global, menjadi tertinggal, hal itu disebabkan mereka sibuk bertengkar di antara sesama mereka sendiri, jika diamati secara kritis, perseteruan yang melibatkan sunni syiah, sangat rawan dimanfaatkan oleh kelompok yang memang tidak senang dengan perkembangan islam, hal ini menjadi semakin kentara, saat kita menelusuri asal muasal dari sebuah konflik yang dilabeli sunni syiah, kita akan menjumpai, bahwa banyak dari konflik tersebut, yang pemicu awalnya, sama sekali tidak berkaitan dengan masalah mazhab, tidak ada hubungannya dengan sunni syiah, konflik tersebut justru berasal dari masalah pribadi, lalu dipaksakan dibawa masuk ke ranah mazhab, kemudian yang mengemuka adalah konflik berlabel mazhab, sedangkan penyebab awalnya tertutupi.


     Sementara dalam kasus lain, khususnya dalam skala makro, munculnya konflik sunni syiah, sering diprakarsai oleh zionisme Israel, apa yang terjadi di belahan dunia Arab, merupakan bukti konkret atas sepak terjang zionisme Israel, rekayasa ini dikerja dengan sangat terencana dan sistematis, sehingga tampak seolah sangat alamiah, zionisme Israel memang tidak pernah senang dengan dunai Islam, bahkan kelompok ini tidak pernah senang dengan semua agama, motivasinya jelas, sebagaimana diketahui, dunia Islam sangat intens mengecam Israel atas kebiadaban mereka terhadap warga Palestina, bahkan terakhir, kecaman kepada Israel meluas kepada warga negara di belahan Eropa dan Amerika, tentu Israel sangat paham, bila dunia Islam dibuat sibuk dengan perselisihan di anatara sesama mereka, maka tekanannya terhadap Israel, akan melemah, dalam kondisi ini, zionisme Israel akan leluasa melancarkan invasinya, khususnya terhadap daratan yang mereka klaim sebagai tanah yang dujanjikan, sebuah klaim yang sangat absurd dipertahankan dalam dunia modern ini,   bisa dipastikan perseteruan antara sunni syiah, akan membuat zionisme Israel tertawa riang.     
     Kita patut mengapresiasi usaha ulama dan pemikir tertentu, baik dari kalangan syiah maupun dari kalangan sunni, yang berani membangun dialog berbasis kesalingpahaman terhadap perbedaan, dialog yang mereka bangun bukan dimaksudkan membangun keseragaman pandangan, namun lebih dimaksudkan sebagai upaya memahami dasar argumentasi dari perbedaann yang melandasi ke duanya, dialog seperti ini, juga lebih fokus mencari kesamaan universal di antara ke duanya, selanjutnya kesamaan universal ini, mampu dijadikan landasan guna membangun persatuan bersama, persatuan yang mampu menembus batas mazhab, persatuan Islam, terwujudnya persatuan Islam, akan mendorong semakin solidnya dunia Islam dalam melakukan gerakan bersama, khususnya gerakan dalam merespon perlakuan tidak adil terhadap duni muslim, gerakan yang dibangun di atas persatuan dunia Islam, juga tetap perlu menghargai keberadaan pemeluk agama lain di dunia, jadi gerakan ini bukan dimaksudkan untuk menginvasi pemeluk agama lain dengan cara tak wajar, sehingga pemeluk agama lain, juga tidak perlu fobia dengan terwujudnya persatuan dunia islam, mereka tidak perlu menghalang – halangi terwujudnya agenda besar ini.
     Terlepas dari munculnya kelompok ekstrim dalam kelompok sunni, begitupun dala kelompok syiah, yang memang tidak mau membuka diri untuk berdialog, maka upaya dialog di antara sunni dan syiah, harus terus dibangun, dialog jangan hanya dilangsungkan saat ada konflik yang terjadi, sebab dialog semacam ini, tidak mampu mendatangkan efek jangka panjang bagi ikatan persaudaraan, lagi pula kelompok ekstrim, baik dalam sunni maupun dalam syiah, bukan kelompok mayoritas dalam masing – masing mazhab, sehingga tidak tepat bila kelompok ekstrim tersebut dijadikan sandungan guna membangun dialog, dialog antara sunni syiah harus terus berlangsung sepanjang waktu, semestinya dialog ini dimulai oleh para pemegang otoritas di antara ke duanya, baik para ulama maupun para pemikirnya, jika kalangan ulama dan pemikirnya mampu duduk bersama, maka para pengikut di antara ke dua mazhab besar tersebut, akan lebih mudah mengikut, kita memahami bahwa, dialog yang dibangun akan mendatangkan resistensi pada kelompok tertentu dalam ke duanya, namun seiring dengan berjalannya dialog yang kontinyu, perlahan resitensi tersebut akan padam, atau paling tidak melemah, sekarang pertanyaannya kembali ke diri kita, terlepas apapun kecenderungan mazhab kita, atau bahkan bila kita merasa tidak terikat dengan mazhab manapun, siapkah kita untuk berdialog secara produktif

About ""

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Vivamus suscipit, augue quis mattis gravida, est dolor elementum felis, sed vehicula metus quam a mi. Praesent dolor felis, consectetur nec convallis vitae.

Posting Komentar

 
Copyright © 2013 Pemikiran dan Sastra
Design by FBTemplates | BTT